Rabu, 09 Januari 2013

SEJARAH SOSIOLOGI DAN BAPAK SOSIOLOGI


SEJARAH  SOSIOLOGI DAN BAPAK SOSIOLOGI
Seorang manusia akan memiliki prlaku yang berbeda dengan manusia lainnya walaupun orang tesebut kembar siam.
Ada yang baik hati suka menolong serta rajin menabung dan ada pula yang perilakunya jahat yang suka berbuat kriminal menyakitkan hati. Manusia juga salaing berhubungan satu sama lainnya dengan melakukan interaksi dan membuat kelompok dalam masyarakat.
Sosiologi brasal dari bahasa Yunani yaitu kata Socius dan Logos, di mana Socius memiliki arti kawan/teman dan Logos  berarti kata atau berbicara. Menurut bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
 Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.
Tiga tahapan itu adalah :
1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.
Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.
Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
* Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
* Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
* Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
* Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
Obyek dari sosiologi adalah masyarakat dalam berhubungan dan juga proses yang di hasilkan dari hubungan tersebut.
Tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk mengingatkan kemampuan seseorang untuk menyesewaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Pokok bahasan dari ilmu sosiologi adalah seperti kenyataan atau fakta sosial,tindakan sosial,kayalan sosiologis serta pengungkapan realita sosial.
Tokoh utama dalam sosiologi adalah Aguste Comte (1798-1857) berasal dari prancis yang merupakan manusia pertama yang memperkenalkan istilah sosiologi kepada masyarakat luas.
Aguste Comte di sebut sebagai bapak sosiologi di dunia Internasional. Di indonesia juga memiliki tokoh utama dalam ilmu sosiologi yang di sebut sebagai bapak sosiologi indonesia yaitu Selo Soemardjan/ Selo Sumarjan/Selo sumardjan.

1 komentar:

  1. Wah postingan yang menarik ^_^ tapi masih bingung nih kenapa August Comte dinobatkan sebagai bapak ideologi, kenapa ga karl max? max weber?? atau Ibnu Kholdun?? thx :) visit juga www.ipb.ac.id

    BalasHapus